
Hentikan masalah “bottleneck” ini: Dapatkan hasil pembuatan roti yang lebih banyak dengan menggunakan teknologi IR. Pernahkah Anda merasa bahwa proses produksi roti berjalan lancar, tetapi semuanya terhenti saat roti mulai berwarna cokelat? Itu merupakan masalah yang umum terjadi. Anda ingin memproduksi lebih banyak roti per menit, tetapi tidak memiliki ruang cukup untuk menambah panjang konveyor pengiriman roti tersebut.
Di sinilah peran lampu inframerah berfrekuensi 110V. Rahasianya adalah bahwa metode pemanasan konvektif membutuhkan waktu yang lama karena harus memanaskan udara terlebih dahulu. Sedangkan IR berbeda; ia langsung memanaskan permukaan adonan. Proses pemanasannya sangat cepat.
Mengapa 110V?
Kami memilih 110V karena voltase ini cocok digunakan dalam sistem kontrol standar di Amerika Utara. Dengan demikian, Anda tidak perlu repot-repot menggunakan transformator yang besar dan mahal dalam unit pemanggang kecil Anda.
Di dalam lampu tersebut, terdapat filamen tungsten yang dibungkus oleh kuartz berkualitas tinggi. Lampu ini akan langsung mencapai suhu operasional begitu saklar dinyalakan. Anda tidak perlu membuang-buang energi untuk memanaskan dinding oven atau udara di sekitar roti—panasnya langsung dialirkan ke tempat yang tepat.
Cara Memasangnya
Sebagian besar unit ini menggunakan konektor R7s atau SK15. Jika Anda menggunakan unit pemanggang buatan pabrik, maka konektor-konektor tersebut biasanya dapat dipasang dengan mudah.
Tips: Kuartz memiliki ketahanan yang tinggi terhadap panas yang tinggi, tetapi atap oven mungkin tidak tahan terhadap panas tersebut. Jika Anda khawatir atap oven akan rusak akibat panas, gunakan lapisan emas atau aluminium. Lapisan ini akan memantulkan panas kembali ke produk, sehingga peralatan Anda tidak rusak.
Keseimbangan antara Kecepatan dan Kualitas
Ini merupakan hal yang sangat penting. Anda dapat mendapatkan kulit roti yang berwarna cokelat sempurna dalam waktu sekitar 30 detik—padahal biasanya membutuhkan waktu dua menit menggunakan oven konvektif.
Namun, ada satu masalah: karena panasnya sangat intens, jarak antara kondisi “sempurna” dan “terbakar” sangatlah kecil. Anda tidak bisa hanya menyetel semuanya dan melupakan masalahnya. Anda membutuhkan kontroler PID dan termokopel yang dapat bereaksi cepat.
Jika konveyor berhenti meskipun hanya untuk beberapa detik saja, maka roti yang dihasilkan akan terbakar. Anda perlu memastikan bahwa kecepatan konveyor dan daya lampu selaras. Membutuhkan sedikit penyesuaian, tetapi setelah berhasil, hasil produksinya akan luar biasa.